Sabtu, 23 Januari 2010

TUTORIAL SINGKAT RES2DINV

Pada tulisan terdahulu, kita telah membahas salah satu metode dalam geofisika yang juga telah banyak digunakan. Pada kesempatan kali ini tulisan akan kita lanjutkan dengan salah satu metode geofisika yang lain yakni metode geolistrik tahanan jenis. Dalam tulisan ini kita akan lebih focus pada cara pengolahan data geolistrik hasil pengukuran di lapangan yang dikemas dalam sebuah tutorial singkat dengan menggunakan perangkat lunak Res2dinv. mudah – mudahan dengan hadirnya tutorial singkat ini dapat membantu teman – teman dalam membuat model inversi 2D dengan menggunakan Res2dinv.

Sebenarnya sekarang ini telah banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat model inversi hasil survey geolistrik, diantara IP2Win, Res2dinv, resty dan lain – lain. Dalam bagian ini perangkat lunak yang akan digunakan adalah Res2dinv, yang meliputi langkah – langkah penginputan data, read data, inversi, sampai pada pencetakan hasil inversi. Namun, sebelum itu dilakukan pengolahan data geolistrik hasil pengukuran di lapangan terlebih dahulu dengan menggunakan Ms. Excel. Data yang digunakan adalah data hasil pengukuran pada praktek lapangan pengukuran dalam fisika bumi Jurusan Fisika FMIPA UNM di Kab. Barru 2010. Pengambilan data lapangan dilakukan dengan menggunakan alat Earth Restivitimeter. Berikut ini data geolistrik yang disajikan dalam Ms.Excel yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

dari gambar di atas terlihat bahwa jarak spasi terkecil adalah 2 m (kolom B) dengan konfigurasi yang digunakan adalah Wenner. Faktor koreksi K (kolom F) dihitung dengan menggunakan persamaan :

Pada kolom G, harga Resistivitas (Rho) dihitung dengan menggunakan persamaan :


Selanjutnya buat worksheet baru kemudian copy dp (datum point), a (spasi terkecil), dan Rho ke worksheet baru tersebut seperti pada gambar dibawah ini.


Kemudian copy nilai – nilai di atas ke dalam sebuah text editor (notepad) dengan format seperti pada gambar berikut (konfigurasi yang digunakan adalah Konfigurasi Wenner).


Kemudian save as dengan extensi dat (*.dat) dengan latihan.dat (nama ini sebagai contoh saja, pengguna dapat memakai nama sesuai dengan kehendak pemakai).Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan program Res2dinv dengan cara mendouble klik icon, atau bisa juga dengan cara mengklik start / All program / Res2dinv /RES2DINV.

Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan program Res2dinv dengan cara mendouble klik icon , atau bisa juga dengan cara mengklik start è All program è Res2dinv è RES2DINV.

Kemudian akan muncul tampilan jendela menu utama seperti pada gambar berikut

Sebelum proses inversi dilakukan maka terlebih dahulu dilakukan proses read data file dengan langkah – langkah sebagai berikut : file è read data file

Sebelum proses inversi dilakukan maka terlebih dahulu dilakukan proses read data file dengan langkah – langkah sebagai berikut : file / read data file

Kemudian akan muncul jendela “input 2D resistivity data file”, pada kolom “file name” masukkan file yang akan dieksekusi (latihan.dat). Dalam jendela ini file yang ditampilkan hanya file yang berekstensi dat (*.dat). setelah itu klik “Open”.

pada menu inversion, pilih "use logarithm of apparent resistivity" sehingga muncul kotak dialog use logarithm of apparent resistivity”, pilih “Use apparent resistivity” kemudian “OK”

Langkah selanjutnya adalah melakukan inversi, dengan langkah – langkah sebagai berikut.

Inversion / least squares inversion, kemudian muncul tampilan berikut


Pada jendela yang baru ini, pada kolom “file name” input data yang telah di-read data file tadi (latihan.inv), kemudian “save”, sehingga muncul tampilan sebagai berikut.


Jika pengguna belum puas dengan model hasil inversi yang diperoleh, maka dapat dilakukan pengeditan data. Langkah – langkahnya sebagai berikut.

Edit / terminate bad datum points / OK, sehingga muncul jendela di bawah ini.

Penghilangan data ini dimaksudkan untuk menghilangkan data yang dianggap buruk yang dapat mengganggu model yang diperoleh sehingga RMS Erros yang diperoleh menjadi lebih kecil.

Jika model yang diperoleh sudah memuaskan kita dapat menyimpannya dalam file gambar (*.bmp) secara permanen.

Print / save screen as bmp file

Kemudian akan muncul jendela “output bmp file”, pada kolom “file name” ketik nama file gambar yang diinginkan kemudian tekan “save” kemudian klik “OK”.

Selamat mencoba……………!!!!






8 komentar:

  1. Siang ... saya mw tanya untuk baris kelima dan enam kenapa harus di isi 1 dan O itu kenapa ya?

    trus untuk data paling akhir kenapa harus diakhiri 0 empat kali... misal lebih dari 0 atau kurang pengaruhnya apa>.?

    BalasHapus
  2. siang jg...., terima kasih telah mengunjungi blog ini.....
    u/ baris kelima :Posisi datum pertama (tulis 0 jika pertama di elektroda pertama atau tulis 1 jika datum pertama berada di tengah lintasan elektoda dan baris keenam i2, 0 untuk resistivitas atau 1 untuk IP.
    mengenai knp haruz d akhiri 0 empat kali, silah anda coba sendri u/ melihat perubahanx....
    atau u/ lebih jelasx lihat menu "help" yg ada d Res2dinv....
    terima kasih tas komentarx......

    BalasHapus
  3. bisa minta program res2dinv-nya?

    BalasHapus
  4. siang mo nanya........untuk pengaturan pengolahan data res2dinv untuk skala laboratorium bgaimana caranya......?

    BalasHapus
  5. bagaimana cara menentukan data yang akan dihilangkan atau diedit. apa yang menjadi patokan dalam menilai bahwa suatu data tersebut harus dihilangkan agar mendapatkan hasil dengan error kecil. mohon informasinya. thx

    BalasHapus
  6. untuk topografinya gimana caranya?

    BalasHapus
  7. contoh data yang di proses ga ada link nya :) hehe,,
    kalo bisa disertakan juga file excel dan *.dat nya,, soal lokasi mungkin bisa di hidden klo memang rahasia,,

    di tunggu link nya,,

    BalasHapus
  8. untuk input data topografinya gmn ?

    BalasHapus