Rabu, 24 Februari 2016

GEOWISATA FENA FAFAN, BURU SELATAN

Fena Fafan secara administrasi masuk dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan. Kabupaten Buru Selatan beribukota di Kota Namrole. Akses ke daerah ini ditempuh menggunakan Kapal motor. Dari Kota Ambon ditempuh sekitar 8 jam. 
Pengalaman pertama penulis dalam perjalanan ini cukup menegangkan karena pertama kali datang ke Kota Ambon. Kami berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Kota Makassar dan tiba Bandara Pattimura, Kota Ambon setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit. Dari Kota Ambon, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Buru tepatnya di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Dari Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon menumpangi KM Elizabeth. Setelah menempuh perjalanan selama 8 Jam akhirnya tiba di Pelabuhan Namrole yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan. Perjalanan sempat pengalami penundaan karena cuaca buruk. Jadwal keberangkatan jam 11 malam dan baru berangkat jam 5 paginya. 
Setelah menginap di Kota Namrole, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tifu. Perjalanan hanya bisa diakses melalui jalur laut dengan menggunakan perahu motor (bodi). Dari Kota Namrole ke Desa Tifu ditempuh selama sekitar 3 - 4 Jam. Setelah tiba di Desa Tifu, perjalanan dilanjutkan ke pusat Kecamatan Fena Fafan dengan menumpang truk desa. 
Perjalanan dari Namrole ke Desa Tifu cukup ekstrim. beberapa kali perahu yang kami tumpangi nyaris terbalik dihantam tingginya gelombang laut. Sering kali juga air laut masuk ke perahu dan membasahi pakaian sehingga Kami harus melindungi peralatan elektronik yang Kami bawa. Ditambah lagi hujan yang turun di sepanjang perjalanan hujan turun dengan derasnya yang menambah ekstrimnya perjalanan Kami. Namun, namun setelah cuaca membaik, semua suasana mencekam tersebut sirna karena di sepanjang menjalanan Kami disuguhi indahnya dinding-dinding batu kapur yang menjulang.
Perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Fena Fafan yang ditempuh selama sekitar 2 Jam dari Desa Tifu. Akses ke Kecamatan Fena Fafan belum mulus dan beraspal sehingga hanya kendaraan - kendaraan tertentu saja yang melintas. Disepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang indah membuat kami takjub. Pemandangan yang terhampar berupa barisan bukit - bukit kapur gundul, mirip bukit "teletubbies". Di bukit ini hanya ditumbuhi ilalang sehingga menambah keindahannya.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, menembus hutan, bukit "teletubbies" dan tanjakan terjal, akhirnya tiba di Kecamatan di Fena Fafan. Perasaan awal ketika pertama tiba di tempat ini adalah sejuk, nyaman dan tenang. 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar