Jumat, 14 Agustus 2009

Variasi Harian

Pada bagian ini, aku cuman mo crita pada teman - teman tentang pengalaman saya pada saa penelitian pasir besi di Kab. jeneponto dengan menggunakan magnetometer. Nyambung nggak tuh dengan judul di atas..?? klo nda nyambung,,dinyambungin aja yaa...
ketika itu kami terjun ke lapangan dengan 4 personil. Kami membawa 2 unit magnetometer, 1 unit GPS, stopwach, rol meteran (ukuran 30 m)dan jangan lupa yang paling penting dan paling utama snack dan minumannya kenapa penting karena pengukuran dilaksanakan slama 3 hari dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore, kebayangang ngga tuh....???
hal yang pertama dilakukan adalah menentukan posisi base station dengan menggunakan GPS, kemudian spaci tiap - tiap lintasan sebanyak 7 lintasan dan jarak tiap titik - titik pengukuran adalah 25 m.karena judulnya di atas berkaitan dengan variasi harian maka saya fokus aja pada variasi hariannya.
pengukuran variasi hariannya dilakukan selama 3 hari, namanya juga harian yaaa lebih 1 hari. Pengukurannya dimulai 7 pagi sampe jam 5 sore alasannya ini kan berkaitan dengan aktivitas matahari jadi asumsinya bahwa pada saat - saat itu aktivitas matahari sudah dapat di deteksi. data yang terukur di magnetometer di catat selama 15 menit (sebaiknya gunakan selang waktu 5 menit).
setelah data - datanya diperoleh kemudian diplot grafik hubungan antara medan magnet yang terukur pada base station dengan waktu. kemudian dicari koreksi variasi harian dengan menggunakan persamaan :kemudian hasil dari persamaan di atas menjadi pengurang bagi medan magnet yang terukur pada setiap selang waktu pada base station, itulah yang dipakai untuk melakukan koreksi variasi harian.
Gbr. magnetometer yang digunakan mengukur variasi harian

Selamat mencoba.........!!!!!!!!







Tidak ada komentar:

Posting Komentar